Tuesday, May 29, 2012

[FF] Bukan Sebatas Kedatangan untuk Icha





“Kamu adalah ketakutanku akan cinta. Kamu adalah ketidakakuanku akan sayang…” kata-katamu begitu menikamku, membuatku terasa tertusuk. Bagaimana lagi Aku harus meyakinkanmu? Aku tersudut pada pojok tanpa sketsa, di mana Aku tak bisa berkata-kata.
“Aku di sini tetap memaknai cinta yang hanya sebatas kedatanganmu saja…” lanjutmu sambil mempersilahkanku untuk berlalu. Panggilan untuk boarding itu seakan mendukungmu. Di ujung sana, pesawat itu telah menunggu untuk menerbangkanku menjauh dari Jakartamu.

[FF] Aku Jemput Jandamu


Hari sudah gelap ketika Aku tiba di terminal Desa Rangkat. Aku langsung menuju ke warung kopi milik sahabat lamaku.
“Tidak bisakah Kau datang menemuinya bulan depan..?” sambutan Budi si pemilik warung kopi terdengar ketus.
Tanpa menjawab Aku menyeruput kopi yang dihidangkannya.
“Tundalah sementara niatmu….” lanjutnya.
“Tapi hati ini terlalu merindukannya….” jawabku.

Saturday, May 26, 2012

[Pemanasan PM-FF] Seratus Kata untuk Kembang

Gema event menulis flash fiction seratus kata di Desa Rangkat terus bergaung. Selalu menjadi topik hangat di setiap kesempatan. Seperti perbincangan yang terjadi malam ini di pos ronda. 

“Ujung pena-ku telah siap menarikan rangkaian seratus kata,” ucap Inin Kribo yakin.

“Saatnya menjajal mantra ajian seratus kata pemberian Ki Ade Bodo…” Hans tak kalah yakinnya.

Thursday, May 17, 2012

Berdebat dengan Penjaga Pintu TKI



13324477041204771842

Entah di kepulangan pada tahun 2008 atau 2009 kisah ini terjadi. Saya agak sulit mengingatnya. Karena secara frekwensi dalam satu tahun kepulanganku ke Indonesia berkisar antara tiga sampai lima kali. Dan setiap kepulangan selalu membawa cerita tersendiri. Tapi semoga diantara Kompasianer yang membaca tulisan ini adalah juga pemeran dalam kisah berikut. Sehingga dapat melengkapi kronologi, dialog, waktu, ataupun kekurangan-kekurangan lainnya. Tapi secara garis besarnya kejadiannya adalah seperti yang diceritakan berikut ini.

**********

Proses boarding untuk maskapai penerbangan Etihad airways Abu Dhabi tujuan Jakarta baru saja dimulai. Dari tengah barisan antrian para penumpang yang sebagian besar adalah rekan-rekan TKW terdengar teriakan. Salah satu rekan TKW kita, sebut saja namanya Minah (bukan nama sebenarnya, cuma untuk kemudahan menceritakan kejadian) tiba-tiba terjatuh dari kursi roda dorong. Minah tertelungkup di lantai dan tak sadarkan diri beberapa saat. Berdasarkan rekomendasi tim paramedis yang membantu, kemungkinan Minah tidak diperkenankan untuk melakukan penerbangan karena dirinya butuh perawatan lanjutan. Minah adalah penumpang transit dari Arab Saudi.

Mengincar Pemegang Paspor TKI di Bandara Soeta

Topik pilihan Kompasiana kali ini yang bertajuk “Kriminalisasi TKI di Bandara” akhirnya menggoda saya untuk ikut menuliskan beberapa opini dan unek-unek selama bersinggungan dengan pelayanan di bandara ini. Sebagai salah satu TKI, keberadaan bandara internasional Soekarno-Hatta adalah bagian dari lokasi peran yang  kujalani semenjak tahun 2006. Keberangkatan dan kedatanganku melalui bandara ini sekitar tiga sampai lima kali setahun.

Liputan atau tulisan keberadaan terminal khusus TKI yang dijadikan “sarang” untuk memeras para TKI yang baru datang kembali ke tanah air sudah tak terhitung jumlahnya. Salah satu cerita tentang pemerasan yang mungkin terjadi di terminal khusus TKI itu bisa dilihat di tulisannya rekan Kompasianer kita Mukti Ali.

Menanti Kepak Sayap Garuda di Timur Tengah



13336255662075517814
Pesawat Boeing 737 milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia di Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (2/2/2011). (KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES)


Etihad Airways, Emirates Airlines, dan Qatar Airways adalah tiga perusahaan penerbangan besar yang melayani penerbangan dari kawasan Timur Tengah, khususnya dari Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA)  ke Jakarta, Indonesia. Disamping juga ada Saudi Arabian Airlines yang melayani rute Jeddah Saudi Arabia – Jakarta.

Untuk rute Jakarta – Saudi Arabia, selain Saudi Arabian Airlines yang merupakan perusahaan penerbangan milik pemerintah Arab Saudi, pemerintah kita melalui Garuda Indonesia juga ikut berkiprah dalam penerbangan jalur ini. Ini tentu bisa dimaklumi, karena selain banyaknya WNI yang bermukim di Arab Saudi sendiri, juga banyak WNI yang kerapkali menggunakan jasa penerbangan untuk jalur ini. Katakanlah sebagai jemaah umroh ataupun jemaah haji. Jadi memang sudah sepantasnya jika sayap Garuda Indonesia juga mengepakkan sayapnya di lintasan jalur ini.

“Cari makan, keringat sampai ke pantat-pantat…..”



“Cari makan disini susah yah bang….. saking susahnya sampe-sampe keringat sampai ke pantat-pantat….” ungkapan ini terlontar dari seorang pengunjung rumah makan restoran Sari Rasa Abu Dhabi Jumat pekan lalu. Tak ada yang menyanggah ucapannya. Dan juga tak ada yang mengiyakan, kecuali hanya tersenyum dengan pendapatnya masing-masing. Setelah berbincang beberapa saat, barulah diketahui ternyata beliau adalah salah satu rekan kita yang berjuang mencari nafkah di bidang konstruksi. Tepatnya beliau bekerja pada proyek Al Reem Island. Salah satu mega proyek yang sedang dikerjakan di Abu Dhabi UAE. Beliau baru beberapa bulan di sini setelah pindah dari Malaysia karena kontrak proyek di Malaysia sudah habis.

Setelah Edi Loreng, Edi Karbit, Edi Tato, Edi Batik… ada lagi Edi Tempos


 
Sebelumnya mohon maaf pada rekanku sesama kompasianer bung Edi Tempos, karena nama anda aku pinjam dalam artikel ini. Sungguh bung, tidak ada maksud apa-apa, malah nama anda membawa ilham dan sumber inspirasi bagiku untuk berbagi cerita tentang “Edi-Edi” yang lain yang pernah singgah dalam kehidupanku. Begitu mengenal dan membaca nama anda, aku jadi tersenyum mengingat teman-teman lamaku. Edi Tempos mungkin hanyalah sebuah “nickname” atau bahasa kerennya nama panggilan ataupun nama julukan agar mudah diingat dan terkesan berbeda. Sungguh, anda beruntung mempunyai nickname yang keren dan rada-rada gimana gitu….?? Hehehehe…. Btw, Tempos apaan sih artinya? Kalo gak salah adalah orang yang pantatnya nggak montok-montok amat, alias nggak berisi. Makanya disebut orang tempos, tul gak…???

Sebelas Tahun Sudah, Sekarang Aku Pulang…

 

“Aku pulang….. Dari rantau, bertahun-tahun di negeri orang….”

Ceria dan berbinar-binar, kesan itulah yang ku tangkap dari sorot mata pria yang sudah tidak tergolong muda ini. Pertemuan singkat dengannya terjadi kira-kira tiga atau empat hari sebelum ramadhan di salah satu restoran Indonesia di Abu Dhabi pada saat makan malam. Dengan bersahaja dia memperkenalkan namanya Suriyatno atau Supriyono, aku sedkit lupa dengan namanya. Berasal dari Purwokerto…. atau Purwakarta…. Ah, lagi-lagi aku lupa dari mana asal kotanya. Tapi kemungkinan dari Purwokerto sih, karena kalau dari Purwakarta tentulah namanya Supriyatna atau Supriyana… Apa hubungannya…???
Setelah ngobrol ngalur ngidul dengan bapak ini, ternyata si bapak baru saja mengambil tiket penerbangan Etihad Airways untuk pulang ke Indonesia besok dinihari. Juga baru saja dia menyelesaikan acara berbelanja oleh-olehnya. Dua kantung plastik ukuran raksasa dan satu tas koper sudah penuh dan siap dibagikan isinya begitu kaki menginjak kampung halaman. Terang saja wajahnya begitu ceria, karena pulang ke kampung halaman adalah impian setiap perantau. Tentu sudah terbayang dibenaknya bahwa sebentar lagi akan segera berkumpul dengan keluarga, sanak family, teman, dan handai taulan.

Ngembat Jatah Sahur Tetangga (Dukanya Anak Kost)

//www.google.com/images



Menjalani ibadah puasa di bulan ramadhan sebagai anak kost banyak suka dukanya. Sukanya adalah, kita akan merasa bangga bisa mandiri dalam menjalankan ibadah puasa, meskipun jauh dari orang tua. Tapi dukanya juga banyak, terutama pada saat-saat sahur.

Dengan terpaksa harus mencari makanan di warung-warung terdekat di tengah malam buta. Itupun kalau tidak kesiangan. Kalau kesiangan, yah… dengan terpaksa pula harus berpuasa tanpa makan sahur. Atau bahasa kerennya adalah ngirit….. Kalau puasa tanpa makan sahur bagiku itu adalah hal yang sangat biasa pada waktu masih bujangan dan hidup sebagai anak kost. Tapi kalau sampai makan jatah sahur milik tetangga, itu adalah pengalamanku yang paling ku benci….

I Hate Monday (Hardiknas-Rangkat)

“I hate Monday……… Aku benci hari Senin………!!”

Kalimat itu begitu familiar sejak zaman sekolahan dulu. Yah, karena pada hari itu jam sekolah serasa tidak berjalan. Menit ke menit bergerak sangat lambat. 

Hari yang menjengkelkan……. Karena hari Senin selalu diawali dengan upacara bendera. Berbaris rapi dan berjemur ria. Mengangkat tangan memberi hormat. Dan sama-sama menyanyikan lagu kebangsaan. (Ketahuan banget nih, waktu sekolahnya dulu adalah pemalas)

Pendapatan Hilang Jika Ketahuan Melanggar

1325971804742747379
Kota Abu Dhabi (image from http://www.abudhabi.ms/ )

Satu email singkat masuk ke inbox emailku beberapa hari yang lalu. Email yang berasal dari salah satu departemen di tempatku bekerja itu berisi tentang pemberlakuan sistem denda yang akan diberlakukan oleh pemerintah kota Abu Dhabi, Uni Arab Emirat (UAE). Denda yang dimaksudkan untuk menghukum pelanggar atau pelaku yang tidak mentaati peraturan kebersihan kota.

Merujuk dari informasi dalam email tersebut, aku mencoba menggali beberapa informasi terkait. Dari sumber harian Khaleej Times tertanggal 3 Januari 2012, disebutkan bahwa Pemerintah kota Abu Dhabi akan menegakkan peraturan ketat tentang kebersihan. Dan mengenakan denda hingga mencapai 500 Dirhams (Dirhams adalah mata uang UAE) untuk meludah, membuang puntung rokok atau menjatuhkan permen karet di jalanan di Ibukota. 500 Dirhams jika dikonversikan ke mata uang rupiah adalah sekitar hampir 1.250.000 Rupiah. 1 Dirhams saat ini berkisar sekitar 2500 Rupiah.

TKI Menembus Pegunungan Batu Fujairah UAE (Habis#2)



12907539691179302710
Pembangunan yang terus menggeliat di Fujairah

Sebelumnya (Bagian-1)

Jatuh cinta pada pandangan pertama. Itulah tampaknya yang kualami ketika kami masuk dan memarkirkan kendaraan di salah satu jalan protokokol kota ini, Fujairah. Cuaca dingin sejuk dengan hembusan angin yang membawa aroma laut segera menerpa kami begitu turun dari mobil. Kota Fujairah memang indah, di sudut belakang dikelilingi pegunungan batu yang sambung menyambung. Dan disudut lainnya langsung menghadap ke teluk Oman. Sungguh perpaduan alam yang eksotik.

TKI Menembus Pegunungan Batu Fujairah UAE (#1)

12906892161109445790
Wilayah Fujairah yang didominasi pegunungan batu yang menjulang
Butuh usaha keras bagi seorang teman untuk bisa meyakinkan bahwa kunjungan ke kota Fujairah ini akan menjadi kunjungan yang berkesan dan mengasyikkan. Bagaimana tidak, lebih dari 400 KM jarak yang harus kami tempuh dari tempat persemedian kami di lembah gurun Habshan. Habshan adalah bagian dari Abu Dhabi yang terletak di sebelah Selatan dari wilayah  Uni Arab Emirates (UAE). Merupakan kawasan gurun pasir yang dibawahnya terdapat kandungan gas dan minyak bumi yang berlimpah.

Kebaya Teteh Kades [ECR-4 part-2]


Dulu pernah hubungannya begitu dekat dengan Kembang, janda yang tinggal di ujung desa. Kembang-lah yang membantu dan mendukungnya pada saat pemilihan Kepala Desa yang lalu. Bahkan pada masa kampanye sempat tersiar kabar bahwa Kembang sudah hampir dipastikan akan menjadi Teteh Kadesnya. Tapi ternyata keadaan berkata lain, pada saat pelantikan Hans sebagai Kepala Desa, Kembang hadir bersama dengan kang Inin.

Kebaya Teteh Kades [ECR-4 part-1]

“Mulai sekarang mas Hans simpan sendiri deh, kebaya-nya….” kata Mommy sambil meletakkan sebuah bungkusan di atas meja.

“Tapi, Momm….” Hans menyahut kaget.

“Ahh, sudahlah mas. Mom sudah capek setiap hari menjaga kebaya ini. Dulu katanya kebaya ini akan segera diberikan pada salah satu gadis Rangkat. Tapi sampai hari ini belum juga diberikan. Mom nggak bisa lagi berlama-lama menunggu kepada siapa kebaya ini akan diberikan…..” potong Mommy sebelum meninggalkan Hans sendirian di balai desa.

[KCV] Emoticon Smile di Kompasiana

By Hans Rangkat & Aciek Rangkat (no. 200)

13291948741326785731 

Sebuah pesan di kotak masuk akun Kompasiana kepunyaan Andre.

Andre: “Makasih udah confirm permintaan pertemananku…. Lam kenal yahh…..”

Natasha: :)

Andre: Tulisan-tulisan fiksinya tentang Natasha bagus-bagus…. Aku suka gaya tulisanmu…”

Natasha: :)

[Pray for Edy Priyatna] Semangat Kawan!!

13283778851053533098

Pak RW…. Demikian aku biasa akrab menyapanya. Beliau memang berperan sebagai pak RW di Desa Rangkat. Nama lengkapnya adalah Edy Priyatna. Peran yang memang sangat cocok dengan kepribadiannya. Selalu mengayomi, menyapa, dan mengajak warganya untuk terus saling bertegur sapa.

“Semangat malam..…”

“Semangat pagi…..”

“Salam manstap selalu…..” adalah beberapa sapaan akrab yang selalu beliau ucapkan.

Gaung Cinta Berawal dari Pos Ronda

Kami berasal dari maya, meskipun wujud kami ada. Satu sama lain kami tak tahu siapa dan apa peran teman kami di kehidupan nyata. Tempat berkumpul kamipun adalah di dunia maya. Kami terhubung tanpa batasan tempat, waktu, dan status. Berawal dari kesamaan visi, minat, semangat belajar menulis, dan keinginan untuk saling mengenal, maka  lahirlah suatu wadah sebagai tempat berkumpul kami. DESA RANGKAT namanya.

Dalam postingan kali ini, saya tidak hendak menulis tentang awal berdirinya komunitas penulis DESA RANGKAT. Sebagai rujukan, teman-teman bisa menbaca beberapa link terkait di sini, di sini, dan di sini. Namun sebagai rangkuman tentang definisi DESA RANGKAT dapat dijelaskan secara singkat sebagai

Kopdar Rangkat dan Planet Kenthir Dadakan

Iseng siang ini membuka-buka file foto waktu pulkam ke Palembang lebaran kemarin. Bahagia sekaligus malu ketika menemukan foto kopdar dadakan dengan rekan Kompasianer dr Posma Siahaan dan teman dari Planet Kenthir, Wepe. Bahagia karena berhasil menemukan foto yang sebelumnya sempat terpikir sudah terhapus atau tertinggal di Palembang. Juga malu, karena sudah lebih setengah bulan aku masih belum memposting foto itu untuk dibagikan pada sahabat-sahabat pada saat kopdar dadakan itu.

Saat itu kalau tidak salah tanggal 1 September 2011, sekitar pukul 12 siang. Usai bertemu sanak saudara di pusat perbelanjaan Palembang Trade Center (PTC) jalan R. Soekamto, kami sekeluarga bersiap menuju pusat wisata water park OPI Jaka Baring Palembang. Apalagi kalau bukan tujuannya mengajak jagoan-jagoan kecil bermain air.

Perahu Kertas Dee dan Tas Eiger

Jamaah sholat Ashar mulai keluar dari mesjid. Satu persatu menghampiri rak sepatu tempat sandal dan sepatu dititipkan. Akupun ikutan mengambil sepatu yang kutaruh di rak sepatu yang pojok.

Tidak ada yang aneh, kecuali dua buah tas yang diletakkan disamping sepatuku. Tas sandang yang dua-duanya bermerek “Eiger”. Aku tersenyum dan berkata dalam hati. Ahh, pasti pemiliknya orang Indonesia. Kejadian ini terjadi beberapa bulan lalu. Saat selesai melaksanakan ibadah sholat Ashar di mesjid yang terletak di dalam pusat perbelanjaan Abu Dhabi mall, Abu Dhabi UAE.


Rasa penasaran akan dugaanku, membuatku sedikit berlama-lama duduk disitu. Yah, hitung-hitung berkenalan dengan orang Indonesia yang sama-sama berada di perantauan. Apalagi di Abu Dhabi, untuk bertemu dengan orang-orang Indonesia agak gampang-gampang susah. Komunitas orang Indonesia disini tidak sebanyak di Qatar ataupun Arab Saudi.

Sekolahan untuk Menjadi Spiderman?

 


“Kalau udah gede mau jadi apa…??” atau “Kamu cita-citanya apa sih….??”

Pertanyaan ini sangat familiar sekali di masyarakat kita.  Biasanya dilontarkan oleh orang dewasa pada anak kecil usia Sekolah Dasar kebawah. Dan jawaban dari mulut-mulut mungil itu pun beraneka ragam. Ada yang mau jadi polisi, tentara, dokter, guru, dan beragam profesi lainnya. Ada juga beberapa anak kecil yang lebih spesifik menyebutkan cita-citanya, seperti mau jadi pemain sepakbola, dokter hewan, penabuh drum, ataupun pembalap motor GP.

Jam Tangan Palsuku Seharga Satu Juta???

 

Tak disangka tiba-tiba seorang teman berkewarganegaraan asing tiba-tiba menyatakan tertarik dengan jam tangan murahan yang ku pakai. Dengan rasa kagum ditelitinya dengan seksama setiap sudut, bentuk dan lekuk jam tangan murahan itu. Ku sebut murahan karena memang harganya tidak seberapa dibanding dengan merek nya yang sangat terkenal. Kini jam tangan dengan merek terkenal T*G H***R itu ditimang-timangnya. Rasa ketertarikan dan penasarannya memancingnya untuk bertanya berapa harganya dan dimana aku membelinya. Aku tersenyum geli, aku katakan padanya bahwa jam itu adalah palsu, dan harganya pun sangat murah.

Dari Maya Menjadi Nyata di Pojok Baca Rangkat


13344885901565390337

Layaknya sebuah desa yang nyata, ketika menggelar hajatan ataupun kegiatan desa yang melibatkan semua warganya, maka seluruh warga desanya akan sibuk bahu membahu mensukseskan hajatan itu. Begitupun yang terjadi di DESA RANGKAT (DR) dua bulan terakhir ini. Kegiatan warga (baca; Anggota Komunitas) DESA RANGKAT untuk berbagi kasih dan kepedulian dengan mendirikan taman bacaan yang diberi nama “Pojok Baca Rangkat” disambut dan diapresiasi sangat luar biasa oleh seluruh anggotanya.

Dan segala dukungan, sokongan, dan sumbangsih semua anggota Komunitas DR, maka kemarin pada hari Sabtu tanggal 14 April 2012 taman bacaan ini berhasil diresmikan. Taman bacaan ini didirikan di Yayasan Dulur Salemburyang berlokasi di Jl. Raya Serdang Kulon, Rt.09/06 No. 20, Kp. Serdang, Desa Serdang Kulon, Kec. Panongan, Tangerang Banten. Suatu yayasan yang peduli pada anak-anak yatim piatu dan masyarakat yang kurang mampu.

[Pojok Baca Rangkat] Imajinasi Maya Menjadi Nyata


Selama ada cinta dalam dada, tak ada yang sia sia. Lewat rangkaian kata, Kami nyatakan …. Kami ada..!


Kalimat diatas adalah penggalan kalimat deskripsi identitas grup Komunitas Desa Rangkat yang ditulis oleh Mommy selaku salah satu pendiri Komunitas. Kalimat diatas juga merupakan tema yang diusung pada perayaan ulang tahun pertama Komunitas Oktober tahun lalu di Cipanas Puncak. Dimana pada perayaan ulang tahun tersebut, untuk melanjutkan rajutan angan dan mimpi yang telah tercipta di Yogya pada saat Kopi Darat Akbar Desa Rangkat pertama, diluncurkanlah buku pertama kolaborasi fiksi karya Rangkaters “Untaian Aksara Maya Terjalin Nyata”.

Rindu Pulkam, Ada Tarkam di Timteng

Bekerja, tinggal dan hidup di luar negeri bagi sebagian orang adalah sebuah impian. Dimana harapan untuk mendapatkan penghidupan yang lebih baik bisa digapai. Baik secara finansial, gaya hidup, ataupun jaminan masa depan. Ada juga yang berhasrat untuk berkerja dan tinggal di luar negeri karena ingin mendapatkan pengalaman dan tantangan yang lebih. Namun ada juga yang “terpaksa” berkerja dan tinggal di luar negeri karena keadaan. Dimana untuk mencari penghidupan dan pekerjaan di dalam negeri dirasakan semakin lama semakin sulit.

Adalah Abu Dhabi, salah satu kota metropolis yang merupakan bagiannya dari Uni Emirat Arab (UEA). Kota ini bertetangga langsung dengan kota metropolis lainnya Dubai. Dua kota ini adalah kota yang banyak memberikan magnet bagi para pencari kerja dari seluruh dunia, termasuk pencari kerja dari Indonesia.

Untaian Aksara Maya Terjalin Nyata di Ultah Desa Rangkat


13193439311264098266


Untaian Aksara Maya Terjalin Nyata, buku pertama yang dilaunching pada HUT Desa Rangkat di villa La Citra Kota Bunga cipanas

Berawal dari kerinduan akan sebuah ikatan tali silaturahmi. Disatukan oleh kecintaan yang sama dalam merangkai kata. Menyampaikan buah pikiran, menuangkan imajinasi lewat karya tulis. Sebuah Desa impian telah tercipta dan lahir di dunia maya, Desa Rangkat Namanya.

Disini kami tumbuh bersama, saling mendukung laksana saudara. Menepis jarak yang ada antara maya dan nyata. Meski datang dari berbagai latar belakang yang berbeda beda. Tak ada batas antara si miskin dan si kaya, tua ataupun muda.

Waktu berlalu tanpa terasa , banyak peristiwa yang telah terjadi. Langkah tak selamaya mulus , kadang tertatih. Laksana anak kecil yang tengah belajar berjalan. Dukungan dan cibiran adalah sebuah pembelajaran. Kami tetap bergandengan tangan.

Surat Cintaku yang Tercecer Setelah FSC


Sewaktu berita rencana pagelaran Fiksi Surat Cinta (FSC) sampai di wall FB Desa Rangkat, langsung saja aku menjawab berita itu dengan antusias. Pada pagelaran-pagelaran fiksi sebelumnya, seperti Malam Prosa Kolaborasi (MPK), Festival Fiksi Kolaborasi (FFK) memang aku selalu turut serta. Cuma pada waktu pagelaran Parade Dongeng Anak Nusantara (Paradoks) saja aku tidak ambil bagian. Karena pada saat itu, sampai puncak acaranya digelar, tak satu ide pun yang hinggap di kepala.

Untuk FSC yang baru di laksanakan dari tanggal 13 sampai 14 Agustus kemarin, dengan perjuangan yang super-super berat (kesannya berat banget…) akhirnya bisa juga aku menyetorkan hasil karyaku. Tidak tanggung-tanggung, bukan hanya satu karya FSC. Pada kesempatan itu aku menyetorkan dua karya FSC. Hehehehe….. dua karya saja bangga sekali, padahal teman-teman yang lain banyak yang bisa menyumbangkan tiga karya. Tapi itulah hasil karya, kalau bukan kita sendiri yang berbangga padanya, siapa lagi…?

Ekspresikan Peran Dalam Merangkai Kata




 
Apa jadinya jika orang yang selama ini anda cintai ternyata di isukan menjalin hubungan dengan orang lain. Meskipun belum memergoki secara langung, namun berdasarkan orang-orang sekitar, semuanya mengindikasikan dugaan itu benar. Sakit hati sekali bukan?

Atau ketika anda dituduh sebagai biang kerok dari rusaknya hubungan harmonis rumah tangga orang lain. Apa yang akan anda perbuat? Jika memang tuduhan benar, mungkin anda akan senyum-senyum sendiri. Tapi kalau itu tidak benar, tentu anda akan mati-matian membantah tuduhan itu.

Lalu bagaimana pasangan yang menjadi bulan-bulanan isu tersebut? Bagaimana mereka akan bertindak? Semuanya terserah pada anda. Kok terserah pada anda? Yah, karena anda sendirilah yang akan melakoninya sebagai pemeran sekaligus sutradaranya.

Nikmatnya Pempek Bunda Di Kopdar Rangkat Palembang

Palembang masih pagi, awan hitam sedikit menggantung dilangit kota mpek-mpek. Sebuah pesan singkat dari Acik masuk ke ponsel Hans.
“Palembang cuaca agak kurang bersahabat. Semoga acara temu warga nanti sore tidak ada halangan. Jangan lupa yah, kumpul ditempat bunda Nyimas Herda…”
Hans belum sempat membalas pesan singkat itu, karena kesibukan pagi segera menyambut. Sibuk memenuhi janji pada anak-anak untuk mengajak berenang di waktu liburan pulkam yang sangat sempit.
Rencana untuk acara temu warga dijadwalkan selepas jam lima sore. Yaitu selepas jam kerjanya seorang Kompasianer, Siti Palembang.

Interview yang Gagal

 



SMS pendek ini masuk ke ponsel ku tadi malam dari seorang sahabat.

“Bro, belum waktunya kali ye aku gabung di timur tengah…., interview nya gak jebol, thanks yah udah ngebantuin in aku buat dipanggil interview. Kalo ada lowongan lagi kasih2 kabar ye…. Salam…”

Untuk kesekian kalinya temanku ini tidak lulus tes interview kerjanya. Aku masih tidak mengerti, kenapa begitu susah baginya untuk lulus interview. Kalau masalah skill dan kemampuan tentu aku tidak bisa meragukannya. Belasan tahun pengalaman bekerja di sebuah perusahaan industri kimia tentu cukup menjadi andalan untuk nilai jualnya. Dan itu sangat sesuai dengan possisi lowongan untuk interview kerjanya kemarin.

Terus Bekerja Sampai Akhir Hayat

ilustrasi from google 

“Semuanya sedang pergi ngelayat jenazah…. Wak Ameh tadi subuh meninggal dunia…..!!” demikian jawaban dari adik perempuanku ketika aku mencoba menelpon ke rumah di kampung halaman sana tadi pagi.

Aku mencoba mengingat-ingat, Wak Ameh yang manakah gerangan? Nama itu sepertinya pernah begitu melekat di hati ini. Tapi karena sudah sekian lama tidak berinteraksi langsung dengan si empunya nama, membuatku berusaha keras untuk mengingat-ingatnya lagi.

“Itu lho bang….. yang dulu jualan tempe keliling…, tapi setelah tua Wak Ameh kan mangkal di pasar Lama…” jelas adikku mencoba mengingatkan.

[FF100K] Mati

Aku kembali terkulai lemah. Tirai itu tetap tak mampu Aku sibakkan. Tirai tipis antara Aku dan mereka.
“Bangun, Papa….” itu suara Laura, Bidadari kecilku.
“Sayang, jangan menyerah….” yang itu adalah suara Natasha. Aku menyebutnya sebagai Peri pengisi hari-hariku.
“Ikutlah denganku, ada tempat yang lain untukmu…” terdengar suara yang lain.
Aku menoleh pada sumber suara. Dibalasnya tatapanku dengan hangat. Aku kini berada diantara dua pilihan. Mengikuti ajakannya, atau kembali berusaha menyibak tirai itu.

[FF100K] Rejeki di Sunatan Massal

“Jadi nama Bapak…. Om Garong…?” dokter Dewi bertanya.

“Iya…,” jawabnya.

“Terus nama anaknya? Umurnya…?”.

“Fahmi, umurnya tujuh tahun”.

“Oke…. Bilang Fahmi, besok pagi-pagi jangan kesiangan yah,” kata dokter Dewi sambil menyerahkan sebuah bungkusan berisi sarung, baju koko, dan peci putih.

[FF100K] Fahmi Tahu Jalan Pulang


Menjelang maghrib Fahmi dan Bapaknya mulai berjalan pulang. Tak banyak hasil memulung yang mereka dapatkan. Tadi pagi memang mereka berangkat memulung kesiangan. Karena penyakit encok sang Bapak kumat sejak semalam. Mereka kalah cepat dengan tim Dinas Kebersihan. Sampah-sampah di perumahan itu terlanjur diangkut ke truk sampah.“Pak, Fahmi besok memulung sendirian, yah…” Fahmi berbicara pada Bapaknya.

“Kamu masih terlalu kecil untuk memulung sendirian, Nak,” sahut Bapaknya.

[FF100K] Fahmi Kecil dan Ganco Pengais Rejeki

Entah sudah berapa kilometer kaki telanjang Fahmi melangkah. Berjalan pelan, sesekali setengah berlari. Susul menyusul dengan langkah kaki sang Bapak. Butiran keringatnya mengumpul di ujung dagu.

Terik matahari tidak sedikitpun menyurutkan semangat bocah tujuh tahun itu. Meski otak kecilnya masih begitu sulit untuk mengingat jalan-jalan yang mereka lewati.

“Sudah capek, nak…? Istirahat dulu, yuk…” ajak sang Bapak.

[FF100K] Tamu Terakhir Natasha



Nafas Erwin makin memburu, dalam hitungan detik pasti akan mencapai puncak klimaksnya. Natasha mencoba mengimbangi, sedikit rintihan dan erangan akan mempercepat Erwin menuntaskan gelora birahinya.

“Ahh…. Aku benar-benar puas sekarang,” Erwin terkulai lemas.

Natasha membalas dengan lenguhan panjang. Sesaat mereka saling terdiam, hanyut dalam imajinasi yang berlainan.

[FF100K] Empat Kata Saja



Dua jam saja waktu yang tersisa. Sepuluh jam kedepan Aku akan berjarak ribuan mil dari Jakarta-mu. Namun kata-kata itu masih belum tersuarakan. Bukan Aku tak mampu mengeja ataupun merangkai kata. Apalagi cuma empat kata.

….Natasha, Aku cinta Kamu…

[FF] Jepun untuk Sekar


Sebagai jawaban atas postingan ECR serial Jepun-nya Sekar.


13334334762016879699


“Ini bonsai Jepun. Kalian lihat sendiri, keenam bonsai ini belum ada yang berbunga. Silahkan pilih satu, lalu Aku ingin kalian merawatnya di rumah. Jika sudah berbunga, walaupun hanya satu, bawa lagi bonsai itu kemari dan perlihatkan padaku. Siapapun yang datang padaku lebih dulu dengan bonsai yang sudah berbunga, maka Dia yang berhak menjaga Jepun-ku di kemudian hari,” ucapan Sekar kemarin sore masih terngiang di telinga Hans.

[FF] Bukan Prasangka

Suatu siang di pos ronda di ujung desa. Dua pemuda pengangguran saling bercerita tentang masa lalunya.
“Dulu kalau Aku berburu, dua ekor Singa bisa Aku lumpuhkan sekaligus meski dengan tangan kosong…!” kata kang Inin yang mengaku sebagai  mantan Pemburu kawakan.
“Mana buktinya…?” Om Garong tidak percaya.
“Nih, bandul kalung yang Aku pakai ini adalah taringnya Singa,” Kang Inin memamerkan bandul kalung taring Singa-nya.

[FF100K] Calon Menantu


“Ajeng…. Apa sih kelebihan dia….? Nggak cocok kali….!!” Om Garong menunjuk laki-laki yang duduk di sebelah Ajeng.
“Tutup mulutmu, mas….. Norak tahu….!!” Ajeng bangkit berteriak marah.
Om Garong sudah terlanjur terbakar cemburu. Bisik-bisik tetangga tentang perselingkuhan Ajeng telah terbukti kini. Ditariknya paksa tangan Ajeng.

Impian Pada Akhir Peran





Disaat langit Jakarta mulai berpendar dalam keremangan. Ketika belantara Jakarta hanya nampak bagai bayangan tak beraturan. Dan manakala aku sudah terkurung dalam kabin penumpang. Aku dibawa makin meninggi, menjauh dari bumi, lalu mengapung diantara awan.
Rekaman adegan perpisahan denganmu kembali menari dibenakku. Adegan peran kita pada lakon episode perpisahan, yang baru satu jam lalu kita mainkan. Tak banyak dialog untai kata perpisahan, kecuali beberapa bait kata yang akan mengikat kita. Dari hati ke hati, dari jiwa menuju jiwa, kita berbicara dalam balut sendu ikhlas dan indahnya perpisahan.

[FF100K] Gerombolan Politikus



Di lantai 12 apartemen Menara Gading, minggu lalu.
“Apartemen, Alphard, dan deposito ini sudah atas namamu, Ajeng sayang….” kata Om Garong.
Ajeng terkaget, antara percaya dan tidak dengan kenyataan ini.

[FF100K] Kesaksian Angie

Dari kabin business class, Fahmi memandang keluar. Langit Jakarta masih mendung, ketika pesawat yang ditumpanginya mulai lepas landas.

Kembali dibukanya lipatan koran di tangannya. Untuk kesekian kali kembali dibacanya berita itu.

 Berita tentang kesaksian Angie pada persidangan kasus korupsi. Banyak yang meyakini bahwa kesaksiannya sarat dengan kebohongan. Karena jika Angie jujur, kemungkinan dirinya dan beberapa koleganya akan ikut terseret sebagai pesakitan.

[FF100K] Meminang Natasha

Aku tak bisa harus bagaimana mengekspresikan perasaan ini. Kesungguhan hatinya untuk mempersuntingku telah terbuktikan. Paling tidak dari pertanyaannya barusan.
“Natasha, maukah kau menjadi pendamping hidupku…?”
“Sayang, aku khawatir masa lalu-ku akan menjadi ganjalan….” hanya kata-kata itu yang selalu kuucapkan.

[FF100K] Burung Goreng Spesial untuk Ajeng

Menjelang subuh. Aroma parfum yang sangat asing segera tercium ketika Om Garong masuk. Di kemejanya juga terlihat lipstick dari bibir seseorang yang menempel.

“Dasar Buaya…..!!” Ajeng mendengus kesal.

Om Garong langsung menuju kamar dan mendengkur di balik selimut. Tinggallah Ajeng sendiri ditemani pesawat televisi yang masih menyala. Program acara “Masakan Nusantara” sedang ditayangkan.

[FF100K] Bagi-bagi Kue





Bayi berusia dua puluhan hari terpaksa tinggal di kolong jembatan layang. Akibat rumah kontrakan orang tuanya digusur petugas Tramtib. Rencana studi banding Wakil Rakyat ke Selandia Baru, Inggris dan Kuba direncanakan akan dilaksanakan bulan Februari ini. Kedua berita itu baru saja dibaca Fahmi, seorang pengusaha travel biro perjalanan. Membuatnya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala.

Pojok Baca Rangkat, From Rangkat with Love



Suasana balai desa Rangkat pagi ini begitu meriah. Kehadiran para dara Rangkat yang tergabung dalam Girlband Rangkat memang benar-benar membuat suasana makin semarak. Mereka adalah Ajeng, Angelina, Eleazar, Rena, Zwan, Ningwang, Miss Rochma, Fietry dan Yuliani. Di bawah pimpinan sang manajer Yuli, mereka sibuk mengurus surat izin untuk grup band yang baru mereka bentuk.
Ada juga pak RT Ibay dan Jingga Rangkat yang diam-diam ternyata nyambi menjadi penata koreografor Girlband dan pelatih vocal. Bahkan Asih Sekdes Rangkat ikut-ikutan mencari tambahan penghasilan sebagai Produsernya.

Bukan Hanya Sebatas Kedatanganku Saja

Kamu adalah ketakutanku akan cinta…. Kamu adalah ketidakakuanku akan sayang…

Satu baris kata yang tidak bisa kau mengerti dengan baik. Aku benci berada pada waktu dimana kau harus kembali menghilang berbaur dengan segala rutinitas. Saat pesawat itu melarikanmu jauh dariku, saat aku sadar sebentar lagi kau akan hilang. Sampai nanti tiba lagi waktunya saat kamu akan berkata seperti hari ini,
“Bella… Aku berangkat ke Jakarta besok…..”
Kali ini aku tidak ingin kehilangan semua waktuku bersamamu. Aku sedang lelah, aku penat…
Masih bisa disebut kekasihkah, atau entah atas nama apa. Aku selalu bersemangat saat kau datang ke Jakarta-ku. Sama dengan luapan perasaan rindu yang selalu kau sampaikan. Kata sayang dan cinta sama-sama sudah kuhindari sejak pertemuan terakhir kita. Biar kusadur semua hanya dalam ungkapan,
“Kita itu hanya ada aku….. Dan kamu…..”

Cintaku Kandas di Kepala Barongsai

Cintaku Kandas di Kepala Barongsai
Oleh: Hans Rangkat (no. 13)
13269974461765918220 

Perayaan Imlek tahun lalu begitu membekas di hati Ajeng. Lampion merah bergelantungan, amplop angpao, kue Keranjang, sampai ucapan Gong Xi Fa Cai…. Semuanya terlalu sayang untuk dilupakan.
Terlebih pada perayaan Imlek itu, hati Ajeng juga terpaut pada pesona eksotis magis sang Barongsai. Kepiawaiannya berlenggak-lenggok mengikuti bebunyian cai-cai, nong dan tambur, telah

[Test IMLEK] FF100K, Atraksi Barongsai

Oleh: Hans Rangkat (no. 13)


13268065851611557105 



“Cepat Nito…. Nanti ketinggalan…!!” Kim Foeng bergegas sambil mengambil kameranya.
“Sudah, tinggalin aja Cie. Yuuuk cabut…” Acik menimpali.
Bergegas keduanya menuju halaman rumah Langit. Nito yang baru tersadar dari mimpi tidur siangnya terbengong. Belum tahu apa yang terjadi. Cuma sayup-sayup terdengar suara gelak tawa dan tepuk tangan di kejauhan.
“Ada pertunjukan Barongsai…. Keren banget, bisa loncat dari atap rumah….!!” Ajeng tiba-tiba muncul.

[FF100K] Pasangan Bohongan


“Cup… cup…. Kribo Yunior sayangku, susunya dihabiskan, yah….” Inin mendekatkan botol susu pada mulut si mungil.
Tapi si mungil diam saja, cuma matanya berkedip-kedip nakal.
“Sudahlah kang, mungkin si Kribo Yunior nggak doyan susunya…..” Kembang mengingatkan.
“Gitu, yahh….. Coba dik Kembang kasih ASI…” sahut Inin.

[FF100K] Lumpia Basah





Lemah gemulai Om Garong membuka tudung nasinya. Pandangannya kuyu menatap piring dan bakul nasi yang kosong.
“Kriiiuuuuukkk….” puluhan Anaconda di perutnya mulai protes, sejak kemarin malam belum diberi sesajen.
“Silaturahmi itu selain mendapatkan pahala, juga akan melapangkan rejeki….” sayup ceramah sore mengalun dari siaran radio bututnya.

Ijab Qabul Diujung Waktu



 Andai semua mimpi dapat terwujud indah, maka aku akan bermimpi se-mau yang aku suka. Andai semua angan dapat kugapai tanpa cela, maka akan kutembuskan anganku melewati batas cakrawala. Memilikimu adalah mimpi yang terindah. Dan melabuhkan hati padamu adalah pengharapanku yang sebenarnya. Tapi merelakanmu adalah hal terhormat dalam wujud kelelakianku. Selain sebagai bentuk pertanggungjawabanku atas segala duka penantianmu.

Ketakutanku bukan pada masa lalu. Karena masa lalu adalah torehan waktu yang tak dapat kembali kurengkuh. Ketakutanku adalah ketika datangnya sang waktu yang akan membawamu berlalu. Kemudian menempatkanmu pada batas sekat yang bernama aturan, etika dan logika. Dimana aku diharamkan untuk menyibak dan menembusnya.

[Ramen] Suniyah, Kemana Suamimu?


 



Suniyah, aku tahu namanya Suniyah ketika membantunya pada saat proses check in. Passport yang dipegangnya menyebutkan bahwa dirinya berasal dari suatu daerah di Jawa Barat. Kelahiran dua puluh empat tahun silam. Tujuan akhirnya nanti adalah Riyadh, Arab Saudi.
“Semoga nanti saya mendapatkan majikan yang baik….” katanya penuh harap.
“Suami mbak kerjanya apa….?” pertanyaan itu terlontar begitu saja.
“Pengangguran, Mas. Di kampung susah nyari kerjaan,” jawabnya.
“Mudah-mudahan nanti kalau sudah ada uang, aku bisa belikan dia motor untuk ngojek…” lanjutnya.

[FF] Ukuran XXL untuk Sekar


“Permisi mbak, ini dengan mbak Sekar….? Saya penjahit yang di pasar Rangkat….” seorang pria datang ke kios keripiknya Sekar.

“Iya, saya sendiri yang namanya Sekar… Memang ada apa, yah..?” Sekar bertanya heran.

“Disuruh Aa` kades mengukur tubuh mbak Sekar. Takut nanti salah ukuran, kan repot,” sahut penjahit itu sambil mengeluarkan meteran dari tas sandangnya.

[FF100K] Ketika Kata-Kata Kuawali K (Kreasinya Khans)

 


“Kak Komar….. Kumohon Kakak kasih Karina kesempatan…” kata Karina kalut.
“Kembali kasih kamu kesempatan….?? Kenapa….??” kutanya Karina kembali.
Kutatap keningnya, kenangan kelam kembali kukenang. Kini kuingat kembali kata-katanya. Ketika Karina keluarkan kata-kata kebenciannya kepadaku.

[Test Ramen] Akhirnya Berdamai (FF)

Adalah Kim Foeng, yang biasa dipanggil Cicie Kim. Sudah sebulan ini Cicie Kim membantu Aa` Kades Hans dan jajarannya di kantor desa Rangkat. Dia adalah seksi bantu membantu. Kadang membantu mengarsipkan dokumen-dokumen desa. Kadang membantu menyusun program-program kegiatan desa. Dan kadang-kadang membantu Aa` Kades menyusun dan menata rangkaian-rangkaian Gladiolnya yang kini mulai berkurang.

Adalah Rizal, si pemilik sekaligus reporter Rangkat TV yang merasa kegerahan dengan kehadiran Cicie Kim di kantor desa. Bagaimana tidak, bulan lalu Rangkat TV pernah menawarinya pekerjaan sebagai Public

[Test Ramen] Lolipop untuk Ajeng (FF)

 




“Ajeng sayang…. Bagi bocorannya dunk. Susah neh, bikin lanjutannya….” bujuk Fahmi dengan senyum terindahnya.

Ajeng tetap tak bereaksi. Jangankan menjawab, menolehpun tidak. Malah diputarnya laptop menghadap ke dinding. Hingga tidak memberikan kesempatan pada Fahmi untuk melihat apa yang sedang diketiknya.

Fahmi tidak putus asa. Banyak jalan menuju Roma, demikian pikirnya.

[FF100K] Algojo Tendangan Penalti

13256069681038820106


Harapan bergantung pada Fahmi, si algojo terakhir penendang tendangan penalti. Rangkat FC tertinggal satu gol kini. Jika Fahmi bisa menyarangkan bola, maka kedudukan akan menjadi imbang. Jika gagal, maka Maung FC yang akan menjadi pemenang. Kedudukan sekarang adalah 4:5 untuk Maung FC.
Tendangan pinalti belum juga dilakukan, tapi pendukung Maung FC sudah berpesta. Seolah yakin Fahmi akan gagal menyarangkan bola.

[FF100K] Kesurupan Hantu

13255295572079018244



Fahmi berusaha memegangi tubuh Ajeng yang sedang kesurupan. Beberapa kali tubuhnya terlempar ke dinding karena terkena tendangan Ajeng. Sekar hanya menangis melihat adiknya kesurupan.

“Mas Hans…!! Cepat bantuin……!!” Fahmi berteriak kesal karena Hans masih diam terbengong.

“Sudah…. Sudah…!! Mas Fahmi istirahat dulu. Sana keluar dulu….” Hans mencoba mendekat.

[FF100K] Andai Aku Sekuat Limbad

132542072179461913



Fahmi…. Sini cepetan…!! Acara tivi-nya seru…” teriak Sekar.
Mata cekungnya terus menatap layar tivi mungil di wartegnya Nyimas.
Fahmi kecil menyudahi aksinya, ketika lampu hijau menyala. Dua koin recehan berhasil didapatkannya barusan, sebagai imbalan nyanyiannya yang sumbang.

[FF100K] Kandas di Truk Tramtib

13254087141105172428



Kang Inin bersemangat merapihkan dagangan terompetnya. Di sebelahnya, Rizal juga menata kotak-kotak petasan merconnya. Di sebelahnya lagi, Hans menyusun bungkusan-bungkusan kembang apinya. Pasar dadakan pinggir jalan mulai digelar. Di perempatan lampu merah mereka menggantungkan harapan.
“Semoga hari ini rejeki kita banyak, yah…” ucap Rizal.

[FF100K] Sinterklaas untuk Kakek Astoko



Mata Kakek Astoko Datu berkaca-kaca. Semua anak-anaknya sudah berkumpul. Kecuali dua orang putrinya yang lain. Kata Jingga, Natal tahun ini Dorma dan Rena tidak bisa pulang.

Mommy menggeser pot tempat pohon Cemara ditegakkan. Memindahkannya ke tengah-tengah ruangan. Inge dan Deasy membawa kardus besar berisi lampu-lampu cantik, lonceng mungil, kotak hadiah, dan kaos kaki warna-warni untuk menghias pohon Cemara.

[MIRROR] FF100K Uji Nyali Dunia Mirror

Oleh: Hans Rangkat (No. 190)

“Jika tidak sanggup melanjutkan, silahkan berteriak atau melambaikan tangan ke arah kamera. Tim kami akan segera mendatangi anda…” pesan Hans, si pembawa acara “Dunia Mirror”.

Langit mengangguk. Sesaat kemudian semua lampu dimatikan. Kamera dengan mode sinar infra merah diaktifkan, untuk memantau kegiatan yang terjadi dari ruang monitor. Uji nyali dalam acara “Dunia Mirror”-pun dimulai.

Tik-tak-tik-tak….. Pukul satu dini hari.

[Eskrim] FF untuk Emak


“Mak, barusan Hans kirim uang untuk Emak,” ujar Hans sumringah ketika menelepon Emak.
“Wah, terus untuk bayar kos-mu nanti bagaimana..? Masih ada? Emak nggak mau kalau sampai gaji bulananmu minus lagi….” Emak bertanya di ujung telepon.

Ketika Gladiol Berpindah Tangan



Bagaikan cendawan di musim hujan, yang acapkali tumbuh dan bermekaran dimana-mana. Kehadiran cinta di desa Rangkat juga terus tumbuh dan bermekaran di setiap pelosoknya. Ada gaung cinta di rumah pak RT Ibay dan bunda RT Jingga. Ada keromantisan puisi cinta di pondok cintanya pak RW Edy dan bunda RW Selsa. Ada bulir-bulir cinta yang dibawa kang Inin ke pondok sehatnya Dewa. Ada keripik cinta yang diramu Sekar untuk tambatan hatinya, Ari Jaka. Ada gemuruh cinta kusut diantara rangkaian Gladiol di balai desa. Ada lakon cinta di padepokan wayang antara Ki Dalang Edi dan sindennya, Icha. Dan yang terbaru adalah isu cinta antara Rizal repotter dan Ghara (Yang ini murni cuma isu dan sangat diragukan kebenarannya).

Kisruh Gladiol di Kantor Desa


 


“Buang semua Gladiolnya….!!” suara Jingga menggelegar dari dalam ruangan kantor Aa` Kades, Hans.
Acik sang Sekretaris Pribadi Kades dan Asih Sekdes bergidik ketakutan. Aktifitas di kantor desa juga terhenti mendadak.

“Hey kalian, kemana Aa` Kades…?!” tanya Jingga pada Asih dan Acik sambil berkacak pinggang.
“Aa` Kades sedang berkunjung ke SMP Rangkat, tempat Miss Rochma mengajar…” sahut Asih sambil menunduk.

“Kasih tahu dia yah, kalau masih menerima Gladiol-Gladiol lagi, akan Jingga laporkan pada Papi Yayok…!!” ancam Jingga sebelum meninggalkan kantor desa.

Sepeninggal Jingga, suasana kantor desa berubah menjadi riuh. Orang-orang berkerumun saling bertanya satu sama lain. Apa yang terjadi? Kenapa Jingga tiba-tiba mengamuk?

“Selamat pagi semuaaaaaa…. Salam cinta seindah Gladiol untuk semuaaaa…..” tiba-tiba terdengar suara merdu dari arah pintu pagar kantor desa.

Cinta di Antara Gladiol

1321906076955989285 


“Mengikhlaskan, adalah obat penenang jiwa yang paling ampuh, mbak Kembang…” ucap Miss Rochma sambil memeluk sahabatnya, Kembang.

Kembang hanya menunduk menyembunyikan isak tangisnya. Kabar yang diterimanya dari Mommy barusan tentang pernikahan kang Hikmat dengan seorang srikandi di tanah seberang masih terngiang.

“Mbak Kembang, yakinlah engkau akan mampu melewatinya. Akupun dulu juga begitu… Perpisahanku dulu dengan sang juragan Kopi Rangkat juga sempat membuat hatiku limbung, dan jiwakupun ikut meradang. Tapi aku tidak mau larut dalam kesedihan. Ada banyak cinta dari para arjuna Rangkat lainnya di sini.….” Miss Rochma melanjutkan.

Berartinya Natasha [FF Rangkat 100K]


“Selamat Pak, bayi anda lahir dengan selamat. Jenis kelaminnya laki-laki. Ibunya juga baik-baik saja,” ucapan pak Dokter barusan benar-benar melegakanku.

Anak laki-laki adalah sesuatu yang begitu berharga dalam hidupku. Sudah lama aku menantikan kehadirannya. Kehadiran anak laki-laki dari garis keturunanku. Setelah ke empat anak-anakku yang lahir sebelumnya adalah perempuan semua.

Gaung Cinta di Arena Pilkades Lewat FF

1321054884578912541 

“Ramalan saya tidak pernah salah… Kembang akan menjadi milik Hans” kata Ki Ade meyakinkan Rizal.

Rizal terdiam, pikirannya nelangsa, jiwanya remuk redam. Hatinya tetap tidak rela jika Kembang menjadi milik Hans.
“Ada satu cara supaya Kembang tidak berjodoh dengan Hans,” bisik Ki Ade. Rizal berpikir sejenak, sebelum akhirnya menyetujui rencana Ki Ade.

[FF100K] Pria ke Sebelas

“Sebelas pria, sebelas kematian, dalam sebelas bulan… Sukses…” Inge tersenyum sambil memandang jenazah di hadapannya.
Pikirannya menerawang ke masa sebelas bulan silam. Saat menyanggupi tantangan Basuki untuk ikut dalam permainan sebelas pembunuhan misteri. Permainan yang gila, tapi karena hadiah sebelas miliar yang dijanjikan Basuki, membuat dirinya tertantang.

Wednesday, May 16, 2012

FF-100K, Kembang Tidak Kampanye [Pilkades Rangkat]

FF 100 kata untuk membalas FF Rangkat sebelumnya: Ada mendoan di Rangkat (BVB), Gara-Gara Pilkades (Rizal F)
_______________


Menjelang pemilihan Kades Rangkat, kantor desa terlihat sibuk. Calon Kades bergantian datang ke kantor desa, untuk melengkapi persyaratannya. Masing-masing calon kades didampingi pasangannya masing-masing.
Di pos Hansippun terlihat kesibukan yang tidak seperti biasanya. Hans memakai batik pemberian kakek Astoko sewaktu berkunjung ke Yogya. Di sebelahnya Kembang mengapit map biru berisi berkas-berkas.