Showing posts with label FF. Show all posts
Showing posts with label FF. Show all posts

Saturday, November 10, 2012

[FF100K] Fahmi dan Jimat Kebal Anti Bedil





“Sampeyan jangan sok jago…!! Kalau menyerang Londo ikuti perintah Komandan..!!” Rizal memarahi Fahmi.
“Dibedil Londo, sampeyan bisa modar..!!” Inin menambahkan.
“Wong edan…!!” sungut Bocing ikut memarahi.
Mereka adalah para pejuang kemerdekaan dari Desa Rangkat. Markas musuh di perbatasan desa mereka bumi hanguskan, dengan Fahmi sebagai bintang peperangannya. Dia masuk menyerbu ke markas musuh sendirian, padahal Komandan Ibay belum memberikan perintah untuk menyerang. Untung saja saat itu pasukan musuh sedang lengah. Tidak siap dengan serangan tiba-tiba.
“Aku ora takut modar…!! Kan ada ini..!!” Fahmi membuka bajunya, dan menunjukkan kalung jimatnya.
“Jimat kebal anti bedil, dari Ki Dalang…” lanjutnya sambil terkekeh riang.

[FF100K] Fahmi Si Pejuang Berani Mati



Flash Fiction 100 kata di Hari Pahlawan

Gambar dari sini

******
BUUGG..!! Satu hantaman kembali bersarang di rahang Fahmi. Namun Fahmi berusaha untuk tetap tersenyum. Meski tubuhnya lunglai terikat, namun semangat perjuangannya tetap menggelora.
“Hei, ekstrimis Republik…!! Di mana kamu punya pasukan bersembunyi..?” Jenderal Willem mengulang pertanyaannya. Muka sang Jenderal begitu dekat, hingga Fahmi bisa mencium aroma Voddka dari mulutnya.
“Piiuuhhh….!!” Fahmi meludah, tepat bersarang di muka sang Jenderal.
“Aku tidak akan pernah menghianati pasukanku. Kesetiaanku adalah harga mati untuk Republik ini…!!” lantang Fahmi berteriak.
“Kurang ajar…!!” Jenderal Willem mengeluarkan pistolnya.
“Tembak saja..!!”
DOORR..!!
Pistol sang Jenderal memuntahkan pelurunya. Fahmi tersungkur. Satu lagi anak Negeri telah mati demi sebuah harga. Kemerdekaan.
******
* FF 100 kata lainnya di Hari Pahlawan: Fahmi dan Jimat Kebal Anti Bedil

Monday, September 24, 2012

[FF100K-RCS] Di Sebelah Kembang



Hans memeriksa kembali daftar nama peserta Kopdar Akbar HUT Desa Rangkat yang akan berangkat ke Bandung. Daftar nama itu disusun berdasarkan tempat duduk di bus yang akan mereka sewa. Kopdar dengan tema “Rangkat Cinta Sederhana” itu akan dilaksanakan pada tanggal 19-21 Oktober nanti.
“Ibay dan Jingga, Aya dan Bocing, Yety dan El, Kembang dan Rizal…… What`s…..??!!” Hans berteriak kaget.

Friday, September 14, 2012

[FF100K-RCS] Icha dan Logika Rasa





“Belantara ini terlalu rimbun, tiap dahannya terlalu rumit untuk diurai. Aku khawatir kelopak-kelopak bunganya akan terberai ketika coba digapai…” ceracau Hans.
“Rumit amat, mas…” sungut Icha kesal.
“Andai kelopaknya terjatuh, lalu terberai luluh lantak…. Apakah mahkotanya masih terlihat anggun…?” Hans terus berceracau.

Wednesday, September 12, 2012

[FF100K] Rasa Ini





Adakah diam yang tidak ambigu…? Bagaimana Aku menikmati rasa, jika diam-mu bias tanpa sketsa…?” runtutan tanyamu sesaat sebelum berlalu.
Dirimu dan kotak hijau-mu beranjak menjauh, mengecil, lalu lenyap di ujung senja. Bersama keping-keping rasa yang terlanjur terserak. Aku hanya terdiam, meski raga menggodaku untuk beriak. Keping rinduku dan keping harapku kini berpendar dalam balutan absurd tak berbentuk, luluh lantak.

Monday, September 10, 2012

[FF100K-RCS ] Bias Ambiguitas

 
gambar dari sini

Kisah ini memang tidak seheroik panggung operanya Romeo dan Juliet karya William Shakespeare. Juga tidak seromantis intrik-nya Mark Antony, yang jatuh hati pada Cleopatra, si ratu cinta dari Mesir.
Jangan pula berharap Aku bisa memberikan seperti yang Shah Jahan berikan pada Mumtaz Mahal. Untuk membangun makam agung untuk jasadnya berupa Taj Mahal. Aku juga tak mampu memerankan tokoh seorang Yusuf yang mampu menolak moleknya Zulaikha.

Saturday, September 8, 2012

[FF100K-RCS] Sederhananya Rasa



Pada rimbunnya belantara aksara, pada tiap bait imajinasi bermakna, dan pada sekat spasi kata-kata, Aku menemukan cinta itu memang ada. Mengalir jernih pada aliran diksi, dan bermuara pada lantunan fiksi. Tumbuh subur di ladang-ladang hamparan puisi. Dan bermekaran pada petak-petak narasi Pujangga kata.
Rangkaian kata bertutur cinta, bersapa empati, dan berwujud peduli. Adalah awal dari eksistensi kita. Sapa bersahut dan tutur saling berpagut. Menggoda rindu untuk terus bergelayut. Saling bercerita tentang sederhananya cinta. Saling berbagi tentang rasa yang kita punya. Disana, di lembah fiksi sebuah desa maya. Di kaki gunung Naras di ujung sana. Dalam tiap episode Rangkat Cinta Sederhana.

Wednesday, August 8, 2012

[FF] Maaf, Aku Ada Diantara Kalian



Waktu berbuka puasa tinggal setengah jam lagi. Setelah antri mengambil makanan dan membayarnya di kasir, Fahmi bergegas mencari kursi kosong. Tapi dirinya kurang beruntung, semua kursi telah terisi penuh.
“Silahkan ke sebelah sana, Bang… Masih bisa kalau buat Abang sendirian..” seorang pelayan menyapanya sambil menunjuk ke arah pojok belakang restoran cepat saji itu.
Fahmi berjalan mengikuti arah telunjuk sang pelayan. Nampan makanan berisi nasi, dua potong Ayam goreng, semangkuk kecil sop bening, dan sebotol air mineral dibawanya dengan hati-hati. Mata Fahmi memandang sekeliling, mencari kursi kosong yang dimaksudkan.

Tuesday, August 7, 2012

Kupu-kupu untuk Jingga




*) Jingga Rangkat
____________________
“Lihat itu…!! Kamu masih ingat nggak…?” Hans menunjuk seekor Capung yang hinggap di tangkai bunga Gladiol.
Mata Jingga mengikuti arah telunjuk Hans. Keningnya berkerut kebingungan. Tidak mengerti apa yang Hans maksudkan.
“Capung….?” bibir Jingga bergumam.
“Iya…. Capung itu..!”
Kembali mata Jingga menatap Capung itu.
“Ah, nggak ngerti. Aku nggak ingat…” Jingga menyerah.
“Oke, kalau yang itu…?” Hans menunjuk seekor Kupu-kupu pada pucuk bunga Gladiol lainnya.

Tuesday, July 31, 2012

[FF100K] Selamat Menikah, Natasha



Kalimat Ijab Qobul itu mengalun sakral sangat sempurna. Ijab Qobul ini telah mengakhiri segala derita penantian tak berkesudahanmu pada diriku. Sekaligus mengakhiri segala kepengecutanku yang selalu mengulur-ulur waktu. Keabsahan kalimatnya telah mengangkatmu pada jenjang yang terhormat. Sebagai Natasha yang kini punya seorang Imam yang akan mendampingi hidupmu. Meskipun itu bukannya aku

Monday, July 9, 2012

[FF] Pada Ijab Qobul-ku




Alunan ayat suci mengalun syahdu. Menelusuri rongga-rongga jiwa, hingga menyentuh dasar kalbu. Pada wajah-wajah semeringah dalam sungging senyum bahagia. Pada tatapan teduh menebar restu yang berbingkai doa. Dan pada keheningan tafakur dalam tiap bait alunan sang Qori.
Saat bahagia itu makin dekat dalam rengkuhku. Saat dimana aku akan mengikhlaskan ragaku. Untuk menjadi pendamping bagi seorang lelaki yang sebentar lagi akan menjadi Imam dalam kehidupanku. Aku teramat bahagia menjelang prosesi Ijab Qobul-ku.

Tuesday, July 3, 2012

[FF] Pada Cinta Jalanan



* Lirik lagu
______________
Kisah cinta kita memang tidak seheroik kisah cintanya karya William Shakespeare. Panggung opera Romeo dan Juliet-nya terlalu agung untuk kita tandingi. Juga jangan bandingkan kisah cinta kita ini dengan intrik romantisnya Mark Antony, sang jendral Romawi. Yang jatuh hati pada Cleopatra, si ratu cinta dari Mesir. Meski akupun sama seperti mereka, rela melepas raga demi penyatuan hati ini.
Jangan pula berharap aku bisa memberikan sesuatu yang megah untukmu. Seperti yang Shah Jahan berikan pada kekasihnya, Mumtaz Mahal. Untuk membangun makam agung bagi jasad istrinya berupa Taj Mahal di tepian sungai Yamuna, di Agra yang nun jauh di sana.

Thursday, June 7, 2012

[PM-FF] Pada Senja yang Jingga





Gemuruhnya seakan menenggelamkan suara mereka. Jatuhan airnya berdebum menghantam bebatuan. Menciprati tubuh keduanya. Senja yang jingga di Desa Rangkat.
“Adakah cinta yang tak pernah berakhir…?” Acik bertanya.
Yudha tersenyum penuh makna.
“Lihatlah.…” Yudha menunjuk ke arah air terjun.
Acik menengadah.

Tuesday, June 5, 2012

[PM-FF] Kandas Cinta Gara-gara Dukung Sriwijaya



Pongky urung mengetuk pintu kantor balai Desa Rangkat. Ketika dua pemuda gondrong berkostum biru bertuliskan “Bobotoh PERSIB” menghampirinya.
Jang…., manéh pendukung PERSIJA, kan…??!!”
Seketika Pongky teringat kerusuhan dua kelompok supporter ini minggu lalu.
“Saya…. pendukung SRIWIJAYA…” Ponky berkilah, tak mau mati konyol.
Ulah sieun, PERSIB cinta damai. Maneh anak PERSIJA, kan…?” si gondrong menunjuk tulisan tato “The Jack” di lengan Pongky.
“Pokoknya anda sopan, aing segan. Anda nekat, aing sikattt…!!” timpal si gondrong lainnya.
Mereka bersalaman.

Friday, June 1, 2012

[PM-FF] Akhir Perselingkuhan



[PM-FF] Akhir Perselingkuhan
Oleh: Hans Rangkat (no.22)

Rinai gerimis masih tersisa di luar sana. Udara dingin berhembus pelan, membawa aroma hutan pinus dari arah gunung Naras(i). Semburat pelangi nampak di ufuk sana. Sore yang indah di Desa Rangkat untuk dinikmati, andai saja sesuai dengan peran yang diingini.
Kembali Aya mengusap bulir bening di matanya. Jantungnya terus bergemuruh tak karuan. Namun hati kecilnya terus membisikkan satu keputusan. Hubungan ini harus diakhiri.

Tuesday, May 29, 2012

[FF] Bukan Sebatas Kedatangan untuk Icha





“Kamu adalah ketakutanku akan cinta. Kamu adalah ketidakakuanku akan sayang…” kata-katamu begitu menikamku, membuatku terasa tertusuk. Bagaimana lagi Aku harus meyakinkanmu? Aku tersudut pada pojok tanpa sketsa, di mana Aku tak bisa berkata-kata.
“Aku di sini tetap memaknai cinta yang hanya sebatas kedatanganmu saja…” lanjutmu sambil mempersilahkanku untuk berlalu. Panggilan untuk boarding itu seakan mendukungmu. Di ujung sana, pesawat itu telah menunggu untuk menerbangkanku menjauh dari Jakartamu.

[FF] Aku Jemput Jandamu


Hari sudah gelap ketika Aku tiba di terminal Desa Rangkat. Aku langsung menuju ke warung kopi milik sahabat lamaku.
“Tidak bisakah Kau datang menemuinya bulan depan..?” sambutan Budi si pemilik warung kopi terdengar ketus.
Tanpa menjawab Aku menyeruput kopi yang dihidangkannya.
“Tundalah sementara niatmu….” lanjutnya.
“Tapi hati ini terlalu merindukannya….” jawabku.

Saturday, May 26, 2012

[Pemanasan PM-FF] Seratus Kata untuk Kembang

Gema event menulis flash fiction seratus kata di Desa Rangkat terus bergaung. Selalu menjadi topik hangat di setiap kesempatan. Seperti perbincangan yang terjadi malam ini di pos ronda. 

“Ujung pena-ku telah siap menarikan rangkaian seratus kata,” ucap Inin Kribo yakin.

“Saatnya menjajal mantra ajian seratus kata pemberian Ki Ade Bodo…” Hans tak kalah yakinnya.

Thursday, May 17, 2012

[FF100K] Mati

Aku kembali terkulai lemah. Tirai itu tetap tak mampu Aku sibakkan. Tirai tipis antara Aku dan mereka.
“Bangun, Papa….” itu suara Laura, Bidadari kecilku.
“Sayang, jangan menyerah….” yang itu adalah suara Natasha. Aku menyebutnya sebagai Peri pengisi hari-hariku.
“Ikutlah denganku, ada tempat yang lain untukmu…” terdengar suara yang lain.
Aku menoleh pada sumber suara. Dibalasnya tatapanku dengan hangat. Aku kini berada diantara dua pilihan. Mengikuti ajakannya, atau kembali berusaha menyibak tirai itu.

[FF100K] Rejeki di Sunatan Massal

“Jadi nama Bapak…. Om Garong…?” dokter Dewi bertanya.

“Iya…,” jawabnya.

“Terus nama anaknya? Umurnya…?”.

“Fahmi, umurnya tujuh tahun”.

“Oke…. Bilang Fahmi, besok pagi-pagi jangan kesiangan yah,” kata dokter Dewi sambil menyerahkan sebuah bungkusan berisi sarung, baju koko, dan peci putih.