“Aku pulang….. Dari rantau, bertahun-tahun di negeri orang….”
Ceria dan
berbinar-binar, kesan itulah yang ku tangkap dari sorot mata pria yang
sudah tidak tergolong muda ini. Pertemuan singkat dengannya terjadi
kira-kira tiga atau empat hari sebelum ramadhan di salah satu restoran
Indonesia di Abu Dhabi pada saat makan malam. Dengan bersahaja dia
memperkenalkan namanya Suriyatno atau Supriyono, aku sedkit lupa dengan
namanya. Berasal dari Purwokerto…. atau Purwakarta…. Ah, lagi-lagi aku
lupa dari mana asal kotanya. Tapi kemungkinan dari Purwokerto sih,
karena kalau dari Purwakarta tentulah namanya Supriyatna atau Supriyana…
Apa hubungannya…???
Setelah ngobrol ngalur
ngidul dengan bapak ini, ternyata si bapak baru saja mengambil tiket
penerbangan Etihad Airways untuk pulang ke Indonesia besok dinihari.
Juga baru saja dia menyelesaikan acara berbelanja oleh-olehnya. Dua
kantung plastik ukuran raksasa dan satu tas koper sudah penuh dan siap
dibagikan isinya begitu kaki menginjak kampung halaman. Terang saja
wajahnya begitu ceria, karena pulang ke kampung halaman adalah impian
setiap perantau. Tentu sudah terbayang dibenaknya bahwa sebentar lagi
akan segera berkumpul dengan keluarga, sanak family, teman, dan handai
taulan.