Showing posts with label Gladiol. Show all posts
Showing posts with label Gladiol. Show all posts

Monday, September 24, 2012

[FF100K-RCS] Di Sebelah Kembang



Hans memeriksa kembali daftar nama peserta Kopdar Akbar HUT Desa Rangkat yang akan berangkat ke Bandung. Daftar nama itu disusun berdasarkan tempat duduk di bus yang akan mereka sewa. Kopdar dengan tema “Rangkat Cinta Sederhana” itu akan dilaksanakan pada tanggal 19-21 Oktober nanti.
“Ibay dan Jingga, Aya dan Bocing, Yety dan El, Kembang dan Rizal…… What`s…..??!!” Hans berteriak kaget.

Thursday, May 17, 2012

Ketika Gladiol Berpindah Tangan



Bagaikan cendawan di musim hujan, yang acapkali tumbuh dan bermekaran dimana-mana. Kehadiran cinta di desa Rangkat juga terus tumbuh dan bermekaran di setiap pelosoknya. Ada gaung cinta di rumah pak RT Ibay dan bunda RT Jingga. Ada keromantisan puisi cinta di pondok cintanya pak RW Edy dan bunda RW Selsa. Ada bulir-bulir cinta yang dibawa kang Inin ke pondok sehatnya Dewa. Ada keripik cinta yang diramu Sekar untuk tambatan hatinya, Ari Jaka. Ada gemuruh cinta kusut diantara rangkaian Gladiol di balai desa. Ada lakon cinta di padepokan wayang antara Ki Dalang Edi dan sindennya, Icha. Dan yang terbaru adalah isu cinta antara Rizal repotter dan Ghara (Yang ini murni cuma isu dan sangat diragukan kebenarannya).

Kisruh Gladiol di Kantor Desa


 


“Buang semua Gladiolnya….!!” suara Jingga menggelegar dari dalam ruangan kantor Aa` Kades, Hans.
Acik sang Sekretaris Pribadi Kades dan Asih Sekdes bergidik ketakutan. Aktifitas di kantor desa juga terhenti mendadak.

“Hey kalian, kemana Aa` Kades…?!” tanya Jingga pada Asih dan Acik sambil berkacak pinggang.
“Aa` Kades sedang berkunjung ke SMP Rangkat, tempat Miss Rochma mengajar…” sahut Asih sambil menunduk.

“Kasih tahu dia yah, kalau masih menerima Gladiol-Gladiol lagi, akan Jingga laporkan pada Papi Yayok…!!” ancam Jingga sebelum meninggalkan kantor desa.

Sepeninggal Jingga, suasana kantor desa berubah menjadi riuh. Orang-orang berkerumun saling bertanya satu sama lain. Apa yang terjadi? Kenapa Jingga tiba-tiba mengamuk?

“Selamat pagi semuaaaaaa…. Salam cinta seindah Gladiol untuk semuaaaa…..” tiba-tiba terdengar suara merdu dari arah pintu pagar kantor desa.

Cinta di Antara Gladiol

1321906076955989285 


“Mengikhlaskan, adalah obat penenang jiwa yang paling ampuh, mbak Kembang…” ucap Miss Rochma sambil memeluk sahabatnya, Kembang.

Kembang hanya menunduk menyembunyikan isak tangisnya. Kabar yang diterimanya dari Mommy barusan tentang pernikahan kang Hikmat dengan seorang srikandi di tanah seberang masih terngiang.

“Mbak Kembang, yakinlah engkau akan mampu melewatinya. Akupun dulu juga begitu… Perpisahanku dulu dengan sang juragan Kopi Rangkat juga sempat membuat hatiku limbung, dan jiwakupun ikut meradang. Tapi aku tidak mau larut dalam kesedihan. Ada banyak cinta dari para arjuna Rangkat lainnya di sini.….” Miss Rochma melanjutkan.

Wednesday, May 16, 2012

Dia Yang Memetik Gladiol (ECR-3)



Hampir tiga pekan sudah, kemelut Gladiol masih belum berujung. Kemelut berawal dari Gladiol yang dititipkan Hans pada Kembang, untuk dirawat dan dikembang biakkan.
Dengan sentuhan kasih sayang dan amanat untuk menjaga titipan, Kembang merawat Gladiol itu sepenuh hati. Menjaganya dari segala kemungkinan yang dapat merontokkan mahkotanya. Hingga akhirnya Gladiol itu bermekaran memancarkan aura keelokan dan kecantikannya.
Ketika tiba saatnya Gladiol itu dipetik Kembang, Hans pun datang dengan harapan yang mengembang. Berharap akan menerima rangkaian Gladiol dari pokok yang tercantik. Namun apa hendak di kata, Gladiol itu malah berlayar ke tangan Rizal repotter.

Diantara Kelopak Gladiol

Rizal Repotter…… nama itu selalu menjadi penghalang kisah cinta Hans. Selalu membuntuti, menempel, dan tiba-tiba menyergap tanpa ampun. Sehingga kisah cinta Hans selalu terombang-ambing tanpa ujung.
Kupu-Kupu Jingga, disaat sayapnya yang tercabik telah Hans rekatkan kembali, harus terbang lepas dari rengkuhan Hans karena terbuai kata-kata “Mmmmuuaaacchhh…..”-nya Repotter yang lebay membuai.
Dan kini sang Kembang, ketika kelopak bunga Gladiol priscilla-nya telah merekah dan siap untuk Hans petik, juga direnggut paksa oleh Repotter.

Mengharap, Menunggu, Memetik Kembang


Debar jantung Hans makin tidak menentu. Keraguan membuat langkahnya terahan, antara meneruskan niatnya untuk menemui sang Kembang, atau mengurungkan niatnya. Surat bersampul merah Jambu yang kata-katanya dirangkai sepenuh hati dengan bantuan pak RT Ibay lebay mulai basah karena keringat dingin. Tapi apa boleh buat, dirinya kini sudah berada di pekarangan depan rumah sang kembang.
Pekarangan mungil itu terlihat asri didominasi mekar bunga Gladiol. Setidaknya ada sekitar sebelas jenis bunga Gladiol yang bermekaran disana. Ada jenis Gladiol Rose Van Lima, Malang Strip, Holland Merah, Holland Putih, Cangkurileung, …… dan satu bunga yang Hans sangat mengenal jenis Gladiol itu, Priscilla.