Showing posts with label Wisata. Show all posts
Showing posts with label Wisata. Show all posts

Tuesday, May 15, 2012

Bis Malam itu… Antara Cilegon dan Yogyakarta…

Terinspirasi dari cerita seorang teman yang baru saja melakukan perjalanan darat yang panjang dari Medan menuju Jakarta menggunakan bis AKAP (Antar Kota Antar Provinsi), sontak ingatanku kembali teringat ke sekitar tahun 95-an sewaktu masih jadi anak kost di kota industri Cilegon. Saat itu angkutan udara masih terbilang sesuatu yang mewah. Bukan saja harga tiketnya yang luar biasa mahal jika dibandingkan tiket bus antar kota. Juga pilihan pesawat pun belum begitu banyak seperti sekarang. Karena kondisi tersebut, untuk urusan mudik atau berpergian ke kota lain pun pilihannya selalu jatuh pada bis antar kota, atau sesekali menggunakan kereta api.
Pengen lagi ngerasain perjalanan ke Yogya dengan bis-bis kayak gini
Pengen lagi ngerasain perjalanan ke Yogya dengan bis-bis kayak gini

Antara Abu Dhabi dan Jakarta (Etihad..???)

Tampak depan pintu terminal keberangkatan khusus Etihad Airways Abu Dhabi International Airport
Tampak depan pintu terminal keberangkatan khusus Etihad Airways Abu Dhabi International Airport


“Which terminal…., Pare..??” tegur sopir yang asli Pakistan ini memecah kesunyian saat taksi yang kutumpangi telah masuk areal bandara. Langsung saja kubilang ke terminal keberangkatan Etihad Airways. Eh, kok aku di panggil “Pare” sih?. Yang jelas “Pare” adalah panggilan akrab untuk laki-laki asal Filipina. Mungkin karena susah bagi mereka untuk membedakan wajah Filipina dan wajah Indonesia yang memang hampir tidak ada bedanya. Terus kalaupun mereka tahu aku berasal dari Indonesia, apakah mereka akan memanggilku dengan panggilan mas, bang, kang, ataupun cak? Rasanya belum ada deh orang asing yang memanggilku seperti itu, hehehehe.
Waktu hampir menunjukkan jam 22.30 malam saat taksi merapat di pelataran parkir terminal Abu Dhabi International Airport. Meskipun baru menginjakkan kaki di depan pintu terminal keberangkatan rasanya bayangan Indonesia sudah di pelupuk mata. Seolah-olah Indonesia ada di balik pintu keberangkatan itu, padahal masih ribuan kilometer lagi yang harus ditempuh dengan penerbangan sekitar delapan jam lebih. Terakhir kali aku pulang ke Indonesia belum genap tiga bulan yang lalu, tapi rasa kangen akan negeri tercinta selalu membuncah di dada. Apalagi disaat-saat kepulangan ke tanah air sudah dekat. Memang benar kata orang tak ada tempat terindah kecuali di negeri sendiri, setidaknya itulah yang kualami dan kurasakan meskipun telah tiga tahun lebih terdampar mencari peruntungan di Abu Dhabi.
Beberapa langkah menjelang pintu masuk terminal, disebelah kanan pintu kulihat beberapa orang asyik mengepulkan asap rokok. Yah, ini adalah tempat favorit bagi perokok sebelum masuk ke dalam pintu utama bandara. Soalnya begitu masuk bandara agak susah mencari tempat untuk merokok. Kulihat jam masih terlalu dini untuk check in, karena pesawat yang ke Jakarta nantinya baru akan boarding sekitar jam 01.45. Artinya masih ada banyak waktu untuk berhembus ria dengan asap rokok. Dengan langkah tegap sempurna langsung aja belok kiri bergabung dengan mereka untuk memberi andil polusi udara melalui sebatang dua batang rokok.
Bagiku merokok bukan hanya sekedar wujud untuk memberikan andil dan sumbangsih bagi polusi dunia, tapi juga merupakan ajang silaturahmi. Mau buktinya? Setelah bergabung dengan mereka di smoking area itu, aku langsung terlibat perbincangan akrab dengan dua orang diantara mereka yang ternyata adalah arek Malang. Coba kalau aku tidak ikutan merokok dengan mereka, belum tentu aku dapat teman baru, hehehehe.